Bukan hal asing bila bangsa ini kaya akan sumber daya hayatinya, dan budaya yang mengikutinya seperti minum jamu sudah mendarah daging di masyarakat kita.
Hal ini pun menjadi salah satu penelitian seorang Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya, yang meneliti hubungan antara kandungan curcumin dan imunitas terhadap virus, lebih jauhnya adalah virus corona yang saat ini sedang mewabah, seperti dikutip dari tempo. co
Prof Chaerul Anwar Nidom memberikan penjelasan tentang hubungan curcumin dan menangkal virus, hingga kini rimpang dengan kandungan curcumin mulai di cari. Orang menjadi semakin tertarik dengan budaya jamu yang ternyata sehat.
Semoga saja benar bila bangsa ini bisa membuat obat untuk wabah yang meresahkan ini dengan bahan-bahan alam yang kita miliki





